Risiko Anemia Akibat Radang Lambung

Perkembangan Risiko Anemia Akibat Radang Lambung kronis sangat besar kemungkinan terjadi. Komplikasi dari gastritis atau radang lambung akut sangat jarang terjadi, sehingga memiliki peluang untuk sembuh lebih cepat. Sedangkan pada radang lambung yang sudah kronis, bisa mempersulit proses penyembuhan menjadi lama sehingga beberapa efek jangka panjang gastritis kronis bisa timbul dan tidak bisa dihindari.

Sehingga, jangan pernah anda mengabaikan jika lambung mengalami gangguan atau masalah baik ringan maupun berat terutama jika sudah terinfeksi dan meradang. Komplikasi gastritis kronis bukan hanya mengembangkan anemia juga ada beberapa kondisi lainnya termasuk ulkus peptikum atau luka pada lapisan lambung yang disertai perdarahan, masalah ginjal, gangguan usus, sampai kanker lambung.

Risiko Anemia Akibat Radang Lambung

Sistem kekebalan membuat antibodi dan protein lain untuk melawan berbagai infeksi serta menjaga tubuh tetap sehat. Dalam beberapa gangguan, tubuh keliru dalam menargetkan salah satu organnya sendiri sebagai protein. Sehingga membuat antibodi menjadi merusak organ dan memicu berbagai penyakit seperti lupus, hipertiroidisme, rheumatoid arthritis serta diabetes yang membutuhkan insulin, adalah contohnya.

Risiko Anemia Akibat Radang Lambung

Sama pada lapisan lambung juga dapat diserang oleh sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan hilangnya sel-sel perut. Akibatnya menyebabkan peradangan akut dan kronis yang dapat menyebabkan kondisi anemia pernisiosa. Penelitian menunjukkan bahwa H. pylori gastritis dan gastritis atrofi autoimun dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi dari makanan, yang juga dapat menyebabkan anemia.

Peradangan lambung dapat menyebabkan usus tidak mampu menyerap vitamin B12, sehingga adanya penurunan sel darah merah yang lebih dikenal sebagai jenis anemia pernisiosa. Umumnya anemia adalah suatu kondisi, dimana tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah yang memberikan oksigen ke jaringan tubuh. Sel darah merah sendiri mengandung hemoglobin, protein kaya zat besi yang memberikan darah warna merah dan memungkinkan sel darah merah mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh.

Kadang-kadang ada faktor dari penyakit lain yang dapat mengganggu dalam penyerapan B12. Celiac adalah salah satunya. Pada penyakit ini, usus kecil sangat sensitif terhadap gluten sehingga kesulitan dalam mencerna makanan dengan baik. Gluten termasuk ke dalam protein.

Ketidakmampuan tubuh seseorang untuk menyerap folat juga dapat menyebabkan anemia. Orang dengan penyakit celiac dan telah menjalani operasi untuk mengangkat usus kecil mungkin dapat mengalami kesulitan dalam menyerap nutrisi folat atau asam folat.

Kekurangan zat besi juga bisa menyebabkan anemia yang berasal dari gangguan lambung. Besi diserap oleh tubuh melalui makanan yang kita konsumsi dari saluran pencernaan. Hal ini umumnya terjadi pada sebagian dari usus kecil yang disebut duodenum. Maka ketika sedang memiliki gastritis atau masalah terkait dengan lambung lainnya, bagian ini akan terinfeksi. Sama seperti vitamin B12, sumber besi juga diperlukan untuk produksi sel darah merah.

Untuk memenuhi sumber zat besi, folat maupun vitamin B12 bisa ditemukan dalam berbagai jenis sayuran dan buah-buahan serta kacang dan biji-bijian yang tentu lebih alami. Itulah sedikit ulasan informasi mengenai bahaya perkembangan kondisi Risiko Anemia Akibat Radang Lambung yang sudah kronis baik pada anak-anak, remaja, dewasa sampai lansia. Semoga artikelnya bermanfaat dan salam sehat, by kolomherbal

Simak juga :

Risiko Anemia Akibat Radang Lambung

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.